Minggu, Januari 15, 2012

Cerita di tengah Januari

            Di sore tepatnya hari Sabtu 14 jan 2012,aku dan anak2 berkumpul berbincang2 dan bersendau gurau.Suasana dingin karena hujan seharian membuat aku dan mereka saling merapatkan badan.
Dea,anak pertama-ku duduk bersila sambil sedikit ditumpangkan kakinya ke adik Vini.
Sedangkan aku rebahan , sambil memeluk si Vini yg juga dalam posisi tidur.
Tak lupa kaki ini kuselonjorkan sehingga telapak kaki menempel ke badan Dea.

            Tidak ada pisang goreng atau teh hangat,tapi suasananya benar2 terasa manis dan hangat.Si Dea yg 14 tahun ingin di ceritakan tentang bagaimana aku dan papanya bertemu pertama kali.
Rasa penasaran gadis remaja-ku itu membuat aku terus terpancing untuk bercerita sambil aku sendiri mengenang indah masa lalu...
Ketika sampai pada cerita " Papa "nembak" mama dimana ya ?" kok mama lupa....hahaha
... yang mama ingat waktu itu semuanya indah,jadi mama lupa kapan " nembaknya '. 


          Terlalu sering mengeluarkan kata2 "menembak",tanpa disadari anak laki-lakiku ,Vini Ksatria yg masih berumur 4 tahun itu menyeletuk " Ma,nanti aku kasih pistol buat mama ,buat papa juga .
biar papa bisa nembak.....".Nyerocoslah si Vini dengan imaginasinya sendiri.

.Hahahaha...aku dan kakaknya tertawa terbahak2 ,sedang si Vini masih dg mimik muka bingungnya tapi akhirnya ikut tertawa juga tanpa dia tahu apa yang membuat dia ikut tertawa.

Lalu aku menjelaskan pada anak kecil ganteng itu kalau "menembak" yang seperti mama bilang tadi itu bukan arti yang sebenarnya.Si Vini hanya bilang Oooo...hehehehe.

Nggak hanya sampai disini kehangatan kami bertiga,Dea yang masih penasaran "kapan dan bagaimana aku di "tembak" papanya,terus mendesakku untuk mengingat2. "
Nanti aja dech,kita cerita2 lagi kalo ada papa.kan lebih seru !" Suamiku nggak bisa menemani kami karena pekerjaannya di Bali.
Dan aku saat ini mengunjungi rumah ibu di Jember.

"Lagipula mama kan lagi hamil nak, jadi hormon"lupa"nya sedang meningkat nich..hehehe"(membela diri,padahal kl nggak lagi hamil memang pelupa :) )

           Tiba-tiba Ya Allah...cerita masa lalu pada anak-anakku membuat aku terharu,mengingat dan bersyukur pada-MU .Dan bahwa dari  awal bertemunya aku dan suami ,akhirnya terbinalah rumah tangga kami yang melahirkan anak2 lucu.
Nggak terasa ya,aku dan suamiku melalui banyak hal suka dan duka.
Nggak terasa pula aku meneteskan air mata bahagia.

" Mama menangis ya ? " Dea menyelidiki.
Aku jawab jujur ya dan mengatakan padanya kalau mama menangis bahagia
"Coba ada papa di rumah eyang ya,pasti lebih lengkap ceritanya.

Lalu aku menyuruhnya pergi mandi karena sudah sore dan melanjutkan tangisku...hiks.Biasa,perempuan kan cengeng hehe...(tp aku memang cengeng bgt )
       Sambil memeluk si Vini yang masih didekatku,aku mengusap air mataku. "Mama menangis ya,ngga ada papa ya ?" si Vini mengelus-elus rambutku.

Anak laki-lakiku itu memang sangat perhatian dan sedikit romantis.Aku tahu sejak dia berumur 8 bulan sudah sering bersikap romantis hehe....yang punya anak laki-laki pasti juga pernah mengalami-nya.
Itu mungkin ya,yang namanya naluri sejak kecil hehe...

 " Mama nggak usah menangis lagi,kan ada yang ganteng disini " Vini selalu menyebut laki-laki dengan "yang ganteng"
"Siapa yang ganteng ?" aku sedikit samar2 mendengar ocehan anak itu,karena sibuk mendengarkan suara tangisku sendiri.
Antara percaya dan tidak percaya aku bertanya lagi.
"Siapa yang ganteng dik ?"
"Ini mas Vini" katanya sambil menunjuk dadanya sendiri.
"Sudah ya,mama jangan nangis lagi ya?" katanya sambil mengusap-usap rambutku.
Ya Allah...Alhamdulillah....Aku semakin bersyukur kau karuniai anak2 yang lucu dan pintar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

comment disini ya,
silahkan

Total Tayangan Halaman